EPISODE SPESIAL ANIME ONE PIECE AKAN RILIS AGUSTUS 2013

Halo nakama semua,belakangan perusahaan Toei Animation berencana menayangkan salah satu episode spesial dari anime One Piece yang diberi judul One Piece Episode of Merry: Mou Hitori no Nakama no Monogatari. Tayangan ini akan dijadikan salah...

20 TAHUN POWER RANGERS DAN MASIH BERLANJUT

Merayakan 2 dekade dari serial Super Sentai di Amerika Utara, Saban telah menayangkan sebuah video yang menampilkan...

Lima Aplikasi iOS Gratis yang Wajib di Bulan Ramadhan

Ramadhan kembali menyapa. Umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba menjalankan amal ibadah untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya...

Game Online Baru Banyak Membahayakan

Bagi yang maniak game online pasti tidak asing lagi akan Game Online yang bernama...

Dampak Game Online Bagi Anak2

Selamat sore sobat semua, gk sabar nungguin buka kan? tenang gk lama lagi buka ko(Oops!). Kali ni saya akan mem...

Juli 17, 2013

Tips Ngafal Qur'an dari Syeikh Sa'ad Al Ghomidi



Tips menghafal Al Quran dari Syaikh Al Ghamidi:

1. Harus mempunyai tujuan yang jelas (ane katakanlah sebagai motivasi, Gan. Karena setahu ane banyak banget keutamaan menghafal Al Qur'an)

2. Harus ada lembaga yang menyelenggarakan program menghafal Al Quran. Lembaga ini berfungsi untuk mengkoordinasi mereka yang ingin menghafal Al Quran agar nantinya tidak patah dan berhenti di tengah jalan. (Lembaga tahfidz Quran di Indonesia alkhamdhulillah banyak, ada Rumah Quran, dll)

3. Harus ada metode yang digunakan dan tak asal begitu saja. Jika memang ingin sungguh-sungguh, maka mesti ada metode yang dipakai. (Kalau ane sih lagi ikhtiar #OneDayOneAyat, tiap orang punya kapasitas dan 'style' masing-masing. Tadi ane ikut tasqif Al Quran metodenya #OneMinuteOneRow ^_^)

4. Harus ada mu’allim (guru) yang menjadi rujukan dan mempunyai kemampuan membaca Al Quran dengan baik dan benar. (Kalau hafal sendiri nanti banyak yang salah. Karena kalau kita belajar tahsin walaupun hafalannya banyak tapi bacaan salah harus ngulang dari awal sampai bacaan bener. Weleh)

5. Harus ada follow-up setelah menyelesaikan hafalan Al Quran. Jadi, mereka yang telah merampungkan hafalan Al Quran mereka tidak dibiarkan begitu saja. (Yups, bisa ikut lomba tahfidz, jadi imam sholat, dll. Ini untuk menjaga hafalan kita Gan.)

Yang terakhir ada kutipan dari Shaikh Al Ghamidi:
"(Penghafal Al Quran) harus senantiasa dengan dua hal, tikrar (mengulang) dan istimrar (berkelanjutan). Ia harus terus mengulang hafalan yang telah dihafalnya dan melanjutkan hafalan barunya,” jelas Syaikh.

sumber: fimadani.com

20 Tahun Power Ranger dan Masih Berlanjut


Oke sobat sekalian, kali ini saya akan mencoba berbagi informasi kepada sobat semua mengenai pahlawan super power kita sejak dari kecil yaitu Power Ranger, bagi generasi 90an mah gk bakalan asing lagi nih akan Pahlawan Super kita yang ini, tapi bagi anak2 zaman sekarang saya tidak terlalu tahu apakah mereka menyukainya atau tidak, tapi yang jelas bagi saya dan sobat yang suka tentu akan menantikan bagaimana aksi terbaru pahlawan kita ini.

Merayakan 2 dekade dari serial Super Sentai di Amerika Utara, Saban telah menayangkan sebuah video yang menampilkan para masing-masing Ranger legendaris selama lebih dari 20 tahun. 19 Red Ranger berikut dengan White Ranger tercinta, seperti dilansir Crunchyroll(16/7/2013).
Perjalanan terus berlanjut dari Mighty Morphin Power Rangers hingga season yang saat ini tayang di stasiun televisi Nickelodeon, Power Ranger Megaforce.
Berikut video perjalanan 20 tahun Power Rangers..

Lima Aplikasi iOS Gratis yang Wajib di Bulan Ramadhan


Ramadhan kembali menyapa. Umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba menjalankan amal ibadah untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya.
Kegiatan amal ibadah tersebut bisa dibuat lebih lancar dengan dukungan gadget dan aplikasi religius yang khusus dibuat untuk Ramadhan atau bertemakan Islam secara umum. Nah kali ini saya akan mencoba memberikan informasi kepada sobat sekalian aplikasi yang bemanfaat buat sobat coba selama ramadhan
Aplikasi-aplikasi itu pun tak harus berbayar. Banyak judul-judul Islami populer yang bisa diperoleh secara gratis dari berbagai macam platform, mulai dari Android hingga Windows Phone. iOS pun tak terkecuali.
berikut ini daftar lima aplikasi populer di platform iPhone dan iPad tersebut
1. Ainun
Buah karya dari developer Indonesia Weirdsgn dan Dihardja Software Solutions, dalam bahasa Arab, “Ainun” berarti mata. Aplikasi ini menyediakan sarana photo sharing dan mampu memperkaya hasil tangkapan gambar dengan 10 macam filter.
Ada pula opsi menghias foto dengan kaligrafi bernapaskan Islam dan 60 macam kutipan inspiratif yang bisa dipakai untuk 10 jenis momen. Ainun memiliki intergrasi dengan jejaring-jejaring sosial utama, termasuk Facebook, Instagram, Twitter, Path, dan Google +.
Ainun bisa diperoleh di toko aplikasi App Store dan akan segera tersedia di platform Android melalui Google Play.
2. InstaDeen
Satu lagi sarana berbagi foto untuk pengguna perangkat iOS. InstaDeen diciptakan oleh developer Malaysia Adiman Muhammad dan menyediakan ornamen-ornamen penghias foto dalam bentuk kutipan ayat-ayat Al Quran, waktu shalat, hadits, dan banyak lagi.
Seperti Ainun, InstaDeen juga mendukung tangging berbasis lokasi serta integrasi dengan Facebook, Twitter, dan Instagram. Versi lite dari InstaDeen bisa diperoleh dengan gratis dari App Store.
3. Muslim Pro Azan, Quran, Qibla
Sesuai namanya, Muslim Pro yang dikembangkan oleh perusahaan Singapura Bitsmedia Pte Ltd menawarkan fitur-fitur seperti waktu shalat sesuai dengan lokasi pengguna, panggilan azan, penunjuk lokasi kiblat dalam bentuk animasi kompas, dan Al Quran dalam bentuk audio yang diterjemahkan ke dalam 15 bahasa (audio dan terjemahan hanya tersedia untuk versi berbayar).
Ada pula fasilitas peta menuju restoran halal dan masjid yang ada di sekitar pengguna, kalendar Islam berisi prediksi hari-hari besar, serta 99 Asma Allah. Pengguna iOS bisa mengunduh Muslim Pro di App Store. Aplikasi ini juga tersedia untuk pengguna Android melalui Google Play.
4. Ramadan Tracker
Aplikasi yang satu ini bertujuan membantu mualaf atau umat Muslim yang belum tahu apa saja yang harus dilakukan selama Ramadhan. Ramadan Tracker membantu pengguna membuat jadwal dan memenuhi target, seperti shalat lima waktu, puasa, membaca Al Quran, dan sebagainya.
Poin diberikan untuk setiap target yang terpenuhi. Tertarik? Aplikasi buatan Catalunya Trade Impex ini bisa diunduh lewat toko App Store.
5. Ramadan 2013
Setelah meluncurkan Ramadan 2012 tahun lalu, pengembang aplikasi Hakim Boukhatem merilis penerusnya, Ramadan 2013, yang bisa diunduh di toko aplikasi App Store dan Google Play.
Ramadan 2013 mendeteksi lokasi pengguna (bisa dilakukan secara secara otomatis ataupun manual), lalu menampilkan waktu shalat lima waktu setiap harinya. Aplikasi ini mampu menujukkan waktu shalat di lebih dari 251 negara sehingga sangat praktis untuk umat Muslim yang sedang bepergian.
Ada pula doa-doa dalam bahasa Arab yang disertai panduan cara pengucapannya berikut terjemahan, 99 asma Allah, serta sebuah panduan tentang Ramadhan.

Ramadhan Janganlah Cepat Berlalu


Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya Allah memberi kesempatan pada kita untuk bertemu kembali dengan Ramadhan. Setiap kali hadir bulan Ramadhan, selalu terbesit banyak harapan. Apalagi Ramadhan kali ini, Allah berikan pelajaran berharga bagi kita.
Bertemu Ramadhan kali ini, adalah kesyukuran yang besar. Ada harapan besar, satu sisi ada kekhawatiran, agar ‘dia’ tidak segera pergi, sebagaimana perginya ustadzah kami yang mendadak dan mengejutkan. Harapan agar bisa bertadarus Al-Qur’an bersama, sebagaimana Rasul yang mulia bertadarus bersama malaikat Jibril. Harapan untuk bisa fastabiqul khairat bersama anak –anak dan suami, untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sekian kali. Juga berlomba dengan teman demi mengharap keutamaan dari-Nya. Harapan untuk bisa berkumpul bersama tetangga dan kerabat dalam tiap rakaat shalat tarawih di sepanjang malam Ramadhan. Harapan untuk bisa setiap hari berbagi makanan pembuka kepada tetangga, teman atau siapa pun, karena mengharap janji-Nya bahwa pahala puasa mereka juga kita dapatkan tanpa mengurangi pahala mereka. Harapan untuk bisa munajat setiap malam menjelang saat-saat sahur bersama keluarga. Harapan untuk bisa berbagi kepada masyarakat luas dengan berbagai kegiatan sosial dan bazar Ramadhan. Harapan untuk bisa kembali melihat senyum ceria dan penuh harapan dari para dhuafa, saat mereka mendapatkan bagian zakat yang kami salurkan mewakili lembaga. Harapan untuk bisa mengisi sepuluh hari terakhir dengan i’tikaf bersama keluarga di masjid. Dan…… harapan pada-Mu Rabbi, karuniakan kami kenikmatan untuk mengunjungi rumah-Mu (baitullah) di tanah Haram, pada akhir bulan Ramadhan. Harapan pada-Mu duhai Rabb, agar hadir kembali kemenangan-kemenangan di bulan Ramadhan, seperti dulu Engkau telah menghadirkan kemenangan perang Badar, kemenangan fathu Mekkah, penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad al-fatih, dan juga kemenangan proklamasi kemerdekaan negeri ini.
Rangkaian harapan yang terus terukir dan atas pertolongan Allah semata, harapan2 itu akan terus terealisir, secara bertahap. Meski tak bisa dipungkiri, kadang berjalan pelan. Jika ini yang terjadi, segera ingat pesan Rasul mulia, “ man bathi’a amalahu lam yusri’ nasabahu” “Barangsiapa yang lambat amalannya, tidak akan dipercepat nasabnya”. Bagi teman-teman yang terpaksa tidak bisa menjalankan ibadah “mahdhah” dengan shaum atau tilawah Al-Qur’an karena kendala fitrah dan takdir yang tak dapat terelakkan sebagai seorang muslimah, atau karena ditakdirkan sakit, jangan pernah bersedih. Karena hakikatnya, seluruh ketaatan, sekecil apapun, meski bentuknya tidak selalu ibadah mahdhah, sepanjang dilakukan dengan kesadaran dan berharap ridha-Nya, pasti akan menghadirkan tambahan keimanan dan menjadi suplai energi ruhiah yang baik. Bukankah Rasul saw telah bersabda: “ Al iimaanu yaziidu wayankusu, yaziidu bi thaat wayankusu bil ma’shiyat. “. Iman itu naik turun, akan naik dengan ketaatan, dan turun dengan melakukan kemaksiatan”
Di atas semua harapan-harapan tadi, tentu doa kita bersama, Allah akan ampunkan dosa-dosa kita, sehingga menjadi pemenang di Bulan Ramadhan, dengan membawa piala “TAQWA”. Duhai Ramadhanku, janganlah cepat berlalu, agar hamba yang dhaif ini, masih memiliki kesempatan untuk mengukir amal-amal demi menggapai MUTTAQIEN……
Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu annie ya Kariim. Wallahu a’lam

Lailatul Qadar


 Nah Sobat sekalian, sesuai dengan kondisi dan keadaan yang mana Alhamdulillah kita berada pada Bulan Suci Ramadhan, pada kali ini Kazama akan sedikit berbagi ilmu kepada teman2 tentang apa itu Lailatur Qadar, temen2 udah pada tau belum apa itu lailatul Qadar? Nah untuk lebih tau mari kita bahas sama2 yok..

Mendapatkan Lailatul Qadar menjadi dambaan insan beriman, karena di dalamnya Allah turunkan rahmat dan keberkahan. Amal-amal ibadah dan shaleh yang dikerjakan di dalamnya, nilainya lebih baik daripada amal-amal tersebut dikerjakan selama seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.

Di Lailatul Qadar tersebut, para malaikat turun ke bumi. Ada yang mengatakan mereka turun dengan membawa rahmat, keberkahan dan ketentraman bagi manusia. Ada yang berpendapat, mereka turun membawa semua urusan yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'alauntuk masa satu tahun. Sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.  Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul." (QS. Al-Dukhan: 3-5)
Pada malam itu keamaan dan keselamatan menyatu dalam diri orang-orang beriman, dan mereka mendapatkan salam terus menerus dari para Malaikat. Para ahli ibadah merasakan ketentraman hati, lapangnya dada, dan lezatnya beribadah di malam istimewa itu yang tak pernah di dapatkan pada malam-malam selainnya.
Lailatul Qadar adalah malam yang terbebas dari keburukan dan kerusakan. Pada malam itu pula banyak dilaksanakan ketaatan dan perbuatan baik. Pada malam itu penuh dengan keselamatan dari adzab. Sedangkan syetan tidak bisa menggoda sebagaimana keberhasilannya pada selain malam itu, maka malam itu seluruhnya berisi keselamatan dan kesejahteraan. Firman Allah Ta'ala:
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadar: 5)
Kapankah Lailatul Qadar itu?
Tidak diragukan lagi, Lailatul Qadar terdapat pada bulan Ramadhan, berdasarkan firman Allah Ta'ala:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan." (QS. Al-Qadar: 1)
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
"Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)

Al-Hafidh Ibnul Hajar rahimahullah mengatakan tentang penentuan malamnya, "Para ulama berselisih pendapat dalam menentukan Lailatul Qadar dengan perbedaan yang sangat banyak. Setelah kami himpun, ternyata pendapat mereka mencapai lebih dari empat puluh pendapat." Kemudian beliau rahimahullah satu persatu dari pendapat tersebut beserta dalil-dalilnya. (Lihat Fathul Baari: IV/309)

Mayoritas ulama berpendapat, Lailatul Qadar terdapat pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, berdasarkan hadits 'Asiyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)
Dari sepuluh hari terakhir itu, mayoritas ulama mengerucutkan pendapatnya pada malam-malam ganjilnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir dari Ramadhan." (HR. Al-Bukhari)

Demikian juga banyak dari mereka berpendapat, Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27 Ramadhan. Ini adalah pendapat sebagian sahabat, seperti Ubay bin Ka'ab yang beliau sampai berani memastikan dan bersumpah bahwa Lailatul Qadar ada pada malam ke 27, ia berkata:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

"Demi Allah, sunguh aku mengetahuinya dan kebanyakan pengetahuanku bahwa dia adalah malam yang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam perintahkan kami untuk bangun (shalat) padanya, yaitu malam ke 27." (HR. Muslim, no. 762)

Dan dalam hadits Mu'awiyah bin Abi Sufyan, dari NabiShallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda tentang Lailatul Qadar,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
"Lailatul Qadar adalah malam ke dua puluh tujuh." (HR. Abu Dawud)

Syaikh Abu Malik Kamal dalam Shahih Fiqih Sunnah memberikan catatan terhadap pendapat-pendapat tentang Lailatul Qadar di atas, "Yang jelas, menurutku, Lailatul Qadar terdapat pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir dan berpindah-pindah di malam-malam tersebut. Ia tidak khusus hanya pada malam ke 27 saja. Adapun yang disebutkan oleh Ubay, Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27, ini terjadi dalam suatu tahun dan bukan berarti terjadi pada semua tahun. Buktinya, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah mendapatinya pada malam ke 21, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Sa'idRadhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallamberkhutbah kepada mereka seraya mengatakan:

إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَإِنِّي نَسِيتُهَا أَوْ أُنْسِيتُهَا فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ كُلِّ وِتْرٍ وَإِنِّي أُرِيتُ أَنِّي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ

"Sungguh aku telah diperlihatkan Lailatul Qadar, kemudian terlupakan olehku. Oleh sebab itu, carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir pada setiap malam ganjilnya. Pada saat itu aku merasa bersujud di air dan lumpur."

Abu Sa'id berkata: "Hujan turun pada malam ke 21, hingga air mengalir menerpa tempat shalat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Seusai shalat aku melihat wajah beliau basah terkena lumpur. (HR. Al- Bukhari dan Muslim)

Demikian kumpulan hadits yang menyinggung tentang masalah Lailatul Qadar. Wallahu A'lam." (Selesai ulasan dari Shahih Fiqih Sunnah: III/202-203)
. . . Lailatul Qadar terdapat pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir dan berpindah-pindah di malam-malam tersebut. . .

syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Ithaf al-Kiram(Ta'liq atas Bulughul Maram) hal 197, mengatakan, "Pendapat yang paling rajih dan paling kuat dalilnya adalah ia berada pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Ia bisa berpindah-pindah, terkadang di malam ke 21, terkadang pada malam ke 23, terkadang pada malam ke 25, terkadang pada malam ke 27, dan terkadang pada malam ke 29. Adapun penetapan terhadap beberapa malam secara pasti, sebagaimana yang terdapat dalam hadits ini (hadits Mu'awiyah bin Abi Sufyan), ia di malam ke 27, dan sebagaimana dalam beberapa hadits lain, ia berada di malam 21 dan 23, maka itu pada tahun tertentu, tidak pada setiap tahun. Tetapi perkiraan orang yang meyakininya itu berlaku selamanya, maka itu pendapat mereka sesuai dengan perkiraan mereka. Dan terjadi perbedaan pendapat yang banyak dalam penetapannya."

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar     

Keberadaan Lailatul Qadar dirahasiakan oleh AllahSubhanahu wa Ta'ala dengan hikmah yang dikehendaki-Nya. Yaitu (boleh jadi) agar para hamba bersungguh-sungguh beribadah di setiap malam, dengan harapan agar mendapatkan Lailatul Qadar. Bagi siapa yang meyakini bahwa Lailatul Qadar ada pada malam tertentu, maka ia akan menghidupkan malam tersebut dengan ibadah. Dan bagi siapa yang ingin memastikan dirinya mendapatkan malam tersebut, hendaknya ia mencurahkan semua waktunya untuk beribadah kepada-Nya sepanjang bulan Ramadhan sebagai bentuk syukur kepada-Nya dan membenarkan janji-Nya. Insya Allah, inilah hikmah utama dirahasiakannya Lailatul Qadar. Dan inilah yang disyaratkan dalam sabda NabiShallallahu 'Alaihi Wasallam,

خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ فَتَلَاحَى فُلَانٌ وَفُلَانٌ وَإِنَّهَا رُفِعَتْ وَعَسَى أَنْ يَكُونَ خَيْرًا لَكُمْ فَالْتَمِسُوهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ

"Sesungguhnya aku telah keluar untuk memberitahu kepada kalian (kapan Lailatul Qadar itu). Tetapi (di tengah jalan) aku bertemu dengan fulan dan fulan yang sedang bertengkar, sehingga aku terlupa kapan malam itu. Semoga ini lebih baik bagi kalian. Oleh karena itu, carilah malam tersebut pada (malam) kesembilan, ketujuh, dan kelima (dari sepuluh hari terakhir)." (HR. al-Bukhari)

Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar adalah malam kebaikan, yang kebaikan di dalamnya tak bisa didapatkan pada malam selainnya. Maka siapa yang terhalang dari mendapatkan kebaikan di dalamnya, berarti ia telah terhalang mendapatkan semua kebaikan. Dan tidak terhalang dari mendapatkan kebaikannya, kecuali orang yang diharamkan dirinya dari kebaikan. Oleh karena, itu sudah sewajarnya seorang muslim menghidupkan malam tersebut dengan bersungguh-sungguh melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah dengan maksimal. Dan menghidupkannya harus didasarkan kepada iman dan berharap pahala kepada Allah. NabiShallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kesungguhan dalam mencari Lailatul Qadar ini telah dimulai sendiri oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang mengabarkan hadits di atas. Diriwayatkan dari AisyahRadhiyallahu 'Anha yang berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersungguh-sungguh (pad sepuluh hari terakhir) yang tidak biasa beliau lakukan pada malam-malam sebelumnya." (HR. Muslim)
Hendaknya seorang muslim memperbanyak shalat, tilawatul Qur'an, shadaqah, dzikir dan doa di dalamnya. Dianjurkan juga untuk menjauhi istri untuk memaksimalkan ibadah di malam itu, serta membangunkan keluarganya untuk ikut menghidupkan malam kemuliaan tersebut. Dikabarkan oleh Aisyah Radhiyallahu 'Anha,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ - أَيْ الْعَشْرُ الْأَخِيرَةُ مِنْ رَمَضَانَ - شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

"Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apabila sudah masuk sepuluh –maksudnya sepuluh hari terakhir Ramadhan- beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya." (Muttafaq 'alaih)
. . . Hendaknya seorang muslim memperbanyak shalat, tilawatul Qur'an, shadaqah, dzikir dan doa pada Lailatul Qadar. . .

Apa Doa yang Dipanjatkan Pada Malam Itu?

Dianjurkan untuk membanyak doa pada malam yang agung ini, Lailatul Qadar. Doa apa saja yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat, dianjurkan untuk dimunajatkan kepada Allah di malam itu, karena ia termasuk waktu mustajab. Dan di antara doa khusus yang disyariatkan untuk dibaca di dalamnya adalah apa yang diriwayatkan dari 'AisyahRadhiyallahu 'Anha, ia berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?" Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku." (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)

Insan beriman pasti meyakini setiap kabar berita yang disampaikan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Keyakinan tersebut tidak hanya pada pembenaran, tapi ia realisasikan dalam bentuk tunduk dan taat kepada petunjuk ekduanya. Begitu juga terhadap kabar berita tentang Lailatul Qadar, sebagai bentuk pembenarannya, ia bersungguh-sungguh menghidupakannya agar mendapatkan janji-janji baik di dalamnya.
Lailatul Qadar merupakan anugerah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Itu diberikan agar mereka bisa mengejar ketertinggalan dari pahala-pahala dan kebaikan yang luput darinya, dan juga untuk menghapus kesalahan dan dosa-dosa dalam perjalanan hidupnya. Allah sayang kepada kita, hamba-Nya yang beriman, akankah kita juga sayang kepada diri kita sendiri dengan memanfaatkan malam yang mulia itu? Wallahu Ta'ala A'lam.