EPISODE SPESIAL ANIME ONE PIECE AKAN RILIS AGUSTUS 2013

Halo nakama semua,belakangan perusahaan Toei Animation berencana menayangkan salah satu episode spesial dari anime One Piece yang diberi judul One Piece Episode of Merry: Mou Hitori no Nakama no Monogatari. Tayangan ini akan dijadikan salah...

20 TAHUN POWER RANGERS DAN MASIH BERLANJUT

Merayakan 2 dekade dari serial Super Sentai di Amerika Utara, Saban telah menayangkan sebuah video yang menampilkan...

Lima Aplikasi iOS Gratis yang Wajib di Bulan Ramadhan

Ramadhan kembali menyapa. Umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba menjalankan amal ibadah untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya...

Game Online Baru Banyak Membahayakan

Bagi yang maniak game online pasti tidak asing lagi akan Game Online yang bernama...

Dampak Game Online Bagi Anak2

Selamat sore sobat semua, gk sabar nungguin buka kan? tenang gk lama lagi buka ko(Oops!). Kali ni saya akan mem...

Tampilkan postingan dengan label Nasehat Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Islami. Tampilkan semua postingan

Juli 22, 2013

Disaat Ibadah Terasa Hambar



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Selamat siang sobatku sekalian, mengapa kebanyakan kita sangat tidak mudah untuk bisa merasakan nikmatnya keimanan, lezatnya ketaatan, khusyuknya peribadahan dan manisnya amal kebajikan? Umumnya karena level keberagamaan yang masih bersifat setengah-setengah, atau bahkan lebih rendah lagi.

Level dan sifat keberagamaan mayoritas kita umumnya masih berada di tataran seremoni (semangat peringatan-peringatan), atau formalitas, atau maksimal wacana pemikiran teoritis belaka.

Padahal keimanan dan keislaman sejati itu seharusnya benar-benar bisa merasuk ke hati, menyatu dengan jiwa, dan mewujud dalam rasa cinta dan ridha nan nyata.

Agar bisa merasakan nikmatnya amal saleh dan khusyuknya ibadah, kita memang harus beragama setotal mungkin. Dan syarat mutlaknya adalah, hawa nafsu harus mampu ditundukkan dan dikendalikan.

Karena selama masih ada hawa nafsu tertentu yang secara permanen atau hampir permanen selalu diperturutkan, selama itu pula sikap ogah-ogahan akan senantiasa menyertai pelaksanaan setiap amal saleh dan penunaian setiap ibadah.

Karena umumnya ketaatan itu memang masih disikapi sebagai beban berat yang harus ditanggung dan dilepaskan, dan belum dirasakan sebagai kebutuhan hidup yang dirindukan rasa nikmatnya dan buah lezatnya.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (secara total), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu (QS. Al-Baqarah [2]: 208).

Dan Baginda Sayyiduna Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): ... Tak sempurna iman seseorang dari kalian sampai hawa nafsunya tunduk mengikuti ajaran yang aku bawa .. (Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah: Hadits hasan shahih yang kami riwayatkan dalam kitab Al-Hujjah dengan sanad yang shahih).

Dalam hadits lain, Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda (yang artinya): ...

Telah bisa merasakan nikmat/lezatnya iman, orang yang telah ridha terhadap Allah sebagai Tuhan (nya), ridha terhadap Islam sebagai agama (nya) dan ridha terhadap Muhammad (shallallahu ‘alaihi wasallam) sebagai rasul (nya) (HR. Muslim dari Al-‘Abbas radhiyallahu ‘anhu).

Dan di dalam riwayat yang lain lagi Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):

Ada tiga hal dimana jika ketiganya ada dalam diri seseorang, maka ia bisa merasakan manisnya iman, yaitu: ..

1). Jika Allah dan Rasul-Nya telah ia cintai melebihi kecintaannya terhadap selain keduanya;

2). Jika ia mencintai seseorang benar-benar hanya karena Allah; dan

3). Jika ia benci untuk kembali kepada kekufuran seperti kebenciannya andai ia dilemparkan ke dalam api (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu).

Jadi rumusnya adalah: Tak memperturutkan hawa nafsu/menundukkan dan mengendalikannya = tak mengikuti langkah-langkah syetan = beriman dengan sepenuh rasa cinta hati dan ridha jiwa = berislam secara total = manisnya beriman, nikmatnya berislam dan lezatnya berketaatan!

Sedangkan rumus sebaliknya ialah: Memperturutkan hawa nafsu = mengikuti langkah-langkah syetan = beriman sebatas teori logika, tak turun ke hati, dan tak sampai menjiwai = berislam secara setengah-setengah = beriman sebagai beban, beribadah terasa hambar, dan berketaatan terpaksa dan menjenuhkan!

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ya sob …

Juli 17, 2013

Hasbunallah Wa Ni'mal Wakil




Irsyad Syafar
13 Maret pukul 8:35 ·
HASBUNALLAHU WANI’MAL WAKIL

Kalimat ini sangat singkat dan sederhana. Dalam beberapa menit saja kita bisa langsung menghafalnya. Namun ternyata kalimat ini sangat agung dan amat sangat dahsyat.

Pertama, kalimat ini merupakan kalaamullah. Bagian dari ayat Allah dalam QS Ali Imran: 173.
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ (173)
Karena ia kalaamullah, maka ia mengandung segala kemulian, keagungan dan mukjizat sebagaimana ayat-ayat Allah yang lain.

Kedua, kalimat inilah yang dibaca oleh Nabi Ibrahim saat terbang dilempar oleh raja Namrudz yang kafir, ke dalam api besar yang telah disediakan untuk membakarnya. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Muktamar bin Sulaiman At Taimy, dari sebagian sahabatnya, dia telah berkata: “Jibril datang kepada Ibrahim saat terikat menjelang dilempar ke api yang besar dan berkata: “Wahai jibril, apakah kamu butuh bantuan?”. Nabi Ibrahim menjawab: “Adapun kepadamu, aku tak butuh bantuan…”. Lalu dia dilempar ke dalam api yang besr tersebut. Nabi Ibrahim mengucapkan HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKIL, dan selamat dia di dalam api tersebut, tak luka sedikitpun. Bahkan api itu (dengan izin Allah) berubah menjadi dingin dan kesalamatan bagi Nabi Ibrahim. (kitab Fathul Qadir)

Ketiga, kalimat ini juga yang telah di baca oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya, ketika Beliau dan mereka dalam keadaan terluka setelah perang uhud. Mereka selamat sampai ke madinah dari kejaran kafir qureisy. Lalu ada berita yang datang yang menakut-nakuti Beliau bahwa pasukan qureisy lengkap dengan segala kekuatannya, telah berkumpul dan siap akan menyerang mereka. Maka Rasulullah mengucapkan “HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKIL” bersama para sahabat. Bahkan Rasulullah mengumpulkan semua pasukan yang terluka itu. Lalu balik menyerang kafir qureisy. Mengejar mereka sampai ke badar dan hamra’ul asad. Akhirnya mereka tak menemukan pasukan qureisy yang telah lebih dahulu lari ke Makkah karena takut akan dikalahkan oleh pasukan Rasulullah. (Dalam kitab Tafsir Ibnu Jarir Ath Thabary, dan dalam hadits shahih Bukahri)

Keempat, kalimat ini pulalah yang diucapkan oleh ibunda ‘Aisyah, istri Rasulullah saw, saat beliau tertinggal dari rombongan Rasulullah sepulang dari peperangan bani Musthaliq. Beliau tercecer dan dibwa pulang oleh Shafwan bin Mu’aththal ke madinah. Peristiwa itu menjadi fitnah besar di Madinah. Ibnu Jarir Ath Thabari meriwayatkan bahwa Zainab ra dan ‘Aisyah ra saling membanggakan kemulian mereka. Zainab berkata: “Akulah yang pernikahannya (dengan Rasulullah) langsung dari langit (perintahnya)”. ‘Aisyah ra menimpali: “Akulah yang pembersihan nama baikku turun di dalam Al Quran, ketika aku dibawa oleh Ibnu Mu’aththal menunggang onta”. Zainab ra bertanya: “Wahai ‘Aisyah, apakah kalimat yang kamu ucapkan saat naik onta tersebut?”. ‘Aisyah ra menjawab: “HASBIYALLAHU WA NI’MAL WAKIL”. Maka selamatlah ‘Aisyah ra dari fitnah besar yang sangat buruk tersebut.

Keempat, kalimat ini pula yang diucapkan oleh panglima perang Sa’ad bin Abi Waqqas, ketika akan menyeberang sungai Dijlah hendak menyerang dan merebut Persia. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya yang terkenal Al Bidaayah wan Nihaayah: “Ketika pasukan kaum muslimin di bawah pimpinan sahabat yang mulia Sa’ad bin Abi Waqqas hendak menyerang Persia, mereka berhadapan dengan sungai Dijlah. Dan semua pasukan belum pernah selama ini bertemu dengan sungai. Maka Sa’ad bin Abi Waqqas mengajak dan memerintahkan pasukannya masuk ke sungai untuk menyeberang ke Persia. Beliau perintahkan pasukannya ketika akan masuk ke air sungai untuk mengucapkan: “Nasta’inu billah, wa natawakkalu ‘alaih, HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKIL, wa laa haula wa laa quwwata illa billahil Aliyyil ‘Azhim” (Kepada Allah kita minta tolong, dan kepadanya kita bertawakkal, cukuplah Allah bagi kita sebagai sebaik-baik pelindung, tiada daya dan upaya melainkan bersama Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar). Maka masuklah mereka ke dalam sungai semuanya. Tidak satupun yang tertinggal atau mundur. Mereka berjalan seolah-olah di atas tanah. Seluruh permukaan air penuh dengan kuda dan pasukan. Sampai-sampai air sungai dijlah tak terlihat lagi. Mereka berbicara di atas permukaan air bagaikan berbicara di atas tanah. Yang demikian itu karena mereka sangat nyaman dan tenang serta yakin dengan pertolongan Allah. Dan karena panglima perang mereka adalah Sa’ad bin Abi Waqqas, salah seorang dari 10 sahabat yang dijamin masuk sorga. Tak satupun diantara pasukan itu yang tenggelam, kecuali seorang lelaki yang bernama Ghardaqah Al Bariqi, karena terlepas dari kudanya. Tapi kemudian diselamatkan oleh Qa’qa’ bin Amr.

Kelima, karena kalimat inilah yang diajarkan Rasulullah saw untuk menghadapi segala peristiwa dan bencana besar seperti hari kiamat. Diriwayatkan oleh Abu sa’id, Rasulullah saw telah bersabda: “Bagaimana akau akan bersenang-senag, sementara Malaikat peniup sangkakala telah memasukkan sangkakala ke mulutnya, dan telah siap mendengar izin bila diperintah untuk meniupnya (kapan saja)”. Maka hal itu mebuat risau para sahabat Rasulullah. Maka Beliau memerintahkan mereka: “Bacalah HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKIL, ‘alallahi tawakkalnaa”. (HR Tirmidzi, di shahihkan oleh Albany)

Itulah diantara keagungan kalimat ini yang merupakan ekspresi dari pengakuan seorang hamba akan kekuasaan Allah yang mutlak, sekaligus penyerahan sepenuhnya segala urusan kepada Allah SWT. Sehingga kemudian Allah SWT memberikan bantuan, pertolongan, kemudahan, jalan keluar, solusi dan lain sebagainya, yang tidak terduga, tidak disangka-sangka, (kadang) tidak rasional bagi hamba-hambaNya yang mengucapkan kalimat ini dengan penuh Iman dan tawakkal kepadaNya, dalam menghadapai berbagai ujian, cobaan, fitnah dan konspirasi. Wallahu A’laa wa A’lam bishshawab.

Nasehat Ramadhan Rasulullah


Nasihat Rasulullah Menjelang Ramadhan,tapi juga bisa dilaksanakan pas ramadhan ko sob..
Bismillah. Ada artikel bagus yang saya dapat dari berbagai sumber. Semoga menjadi amal shaleh, bermanfaat bagi semuanya. Amien.
Ada beberapa nasehat Rasulullah SAW, menjelang datangnya bulan Ramadhan yang suci ini:

Bermohon kepada Allah Subhanahuwata’ala, dengan hati yang tulus dan suci agar Allah membimbing kita untuk melakukan Syiyam dan membaca Al quran.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah SWT di bulan yang suci ini, kenanglah rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari akhir nanti, bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin.
Muliakanlah orang tua, sayangilah yang muda, sambunglah tali silaturahim, jaga lisanmu, jaga pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu pandang, dan jaga pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu dengarkan.
Kasihanilah anak-anak yatim, dan bertaubatlah kepada Allah SWT dari segala dosa-dosamu. Dan barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari ketika ia berjumpa denganNYA.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa saat shalatmu, karena saat itulah waktu yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambaNYA dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeruNYA, menyambut mereka ketika memanggilNYA, dan mengabulkan doa-doa mereka ketika mereka berdoa kepadaNYA.
Wahai manusia, sesungguhnya dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat dengan karena beban (dosa), maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu..
Barang siapa diantaramu memberi buka kepada orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi allah pahalanya sama dengan orang yang membebaskan budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.
Barang siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini, ia akan berhasil melewati shirat pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai/pembantu), maka allah akan meringankan pemeriksaan di hari akhir. Dan barangsiapa menahan kejelekan dibulan ini, maka Allah akan menahan murkaNYA di hari ketika ia berjumpa denganNYA.
Barangsiapa melaksanakan salat sunah dibulan ini, maka Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka, dan barangsiapa melaksanakan salat fardhu, baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 salat fardhu di bulan lain.
Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan untukmu, maka mintalah kepada Allah agar tidak akan pernah menutupnya untukmu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mintalah kepada Rabbmu, agar tidak akan pernah dibukakan untukmu, syetan-syetan terbelenggu, maka mintalah agar mereka tidak lagi pernah menguasaimu.
Amirul mukminin K. W berkata: aku berdiri dan berkata: “ ya Rasulallah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” jawab Nabi SAW; “ ya abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”

Oke semoga bermanfaan ya sob dan dapat kita amalkandalam kehidupan sehari2..
Dari “puasa bersama Rasulullah SAW” karangan ibnu Muhammad, pustaka albayan mizan